Taman Nasional Way Kambas Jadi Pilot Project Pengelolaan Wisata Alam Berkelanjutan

Taman Nasional Way Kambas Jadi Pilot Project Pengelolaan Wisata Alam Berkelanjutan

Taman Nasional Way Kambas Jadi Pilot Project Pengelolaan Wisata Alam Berkelanjutan

Taman Nasional Way Kambas Jadi Pilot Project Pengelolaan Wisata Alam Berkelanjutan – Pemerintah lewat BSN sudah menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8013:2014 Pengelolaan Pariwisata Alam.

Standar yang diusung oleh Komite Teknis 65-01 Pengelolaan Hutan ini menetapkan prinsip, kriteria dan indikator pengelolaan pariwisata alam untuk panduan pengelolaan pariwisata alam di kawasan hutan dan/atau kawasan lainnya yang dikelola dengan prinsip pariwisata alam. Terutama di masa new normal ini.

Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan, Noer Adi Wardojo menjelaskan, standar ini memiliki 5 prinsip. Prinsip pertama ialah kelestarian fungsi ekosistem. Kedua tentang kelestarian objek daya tarik wisata alam. Prinsip selanjutnya kelestarian sosial budaya.

“SNI ini juga menerapkan prinsip kepuasan, keselamatan, kenyamanan pengunjung. Hal ini berkaitan dengan rambu-rambu dan fasilitas yang harus tersedia,” jelas Noer Adi seperti dikutip dari siaran pers yang diterima media, Kamis (25/6/2020).

Ada juga prinsip terakhir ialah prinsip manfaat ekonomi. Salah satu kawasan pariwisata yang akan menjadi pilot project penerapan SNI 8013:2014 adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Secara administrasi, TNWK berlokasi pada dua Kabupaten, yaitu Lampung Timur dan Lampung Tengah, dengan total luas wilayah 125.621,30 ha.

Saat ini, TNWK mempunyai lima jenis satwa mamalia besar (The big five mammal) yaitu gajah, harimau sumatera, badak, tapir dan beruang. Secara umum.

Menurut Noer Adi menilai, SNI ini sangat mudah diterapkan. intinya adalah istiqomah dalam implementasinya.

“Ayo maju bersama, standar ini adalah untuk kita bersama,” tegas Noer Adi yang juga selaku ketua Komtek 65-01.

Ada banyak juga binantang yang ada di way kambas.  Daftar IDN Poker Pulsa im3

“Hasil penelitian para peneliti, di Sumatera ini hidup badak Sumatera sekitar 80 ekor yang terbagi di sejumlah taman nasional di Sumatera. Ini real kata para peneliti,” jelas dia kepada wartawan, Jumat (29/11/29019).

Dari 80 ekor yang tersisa di hutan Sumatera, lanjutnya, 40 diantaranya hidup di hutan Taman Nasional Way Kambas. Sisanya tersebar di sejumlah taman nasional lain yang ada di Pulau Sumatera.