Pariwisata Bagi Orang Turis Asing

Pariwisata Bagi Orang Turis Asing

Pemerintah Spanyol memutuskan untuk membuka perbatasannya bagi pelancong yang telah vaksinasi dari seluruh dunia. Kebijakan itu diharapkan dapat membangkitkan sektor pariwisata, sebagai salah satu sumber pendapatan negara, yang sangat terpukul akibat pandemik COVID-19 Menurut /.

Pariwisata Bagi Orang Turis Asing

Spanyol adalah tujuan yang aman dan (saat ini) dalam proses merebut kembali kepemimpinan dalam sektor pariwisata global, kata Menteri Kesehatan, Carolina Darias, Melansir dari https://103.55.37.123/.

Maka juga memberikan akses masuk kepada pengunjung yang belum vaksinasi, asalkan telah nyatakan negatif berdasarkan hasil tes PCR dalam 72 jam terakhir. Mulai Senin ini, otoritas setempat juga mengizinkan penggunaan tes cepat antigen sebagai syarat masuk yang lebih murah.

Inggris belum menghapus Spanyol dari daftar negara rawan COVID-19

Kebijakan Inggris untuk tidak menghapus Spanyol dalam daftar negara-negara berisiko menjadi salah satu hambatan besar untuk pemulihan ekonomi. Imbasnya adalah para pelancong dari Inggris harus menjalani karantina mandiri dan membayar serangkaian tes COVID-19 yang mahal sekembalinya dari Madrid.

Menteri Darias mengutarakan kekecewaannya atas keputusan Inggris. Menteri Pariwisata Spanyol juga menambahkan, dia tidak memahami alasan Inggris tetap memasukkan daerah-daerah di Spanyol dalam daftar negara-negara berisiko, termasuk kawasan pariwisata dengan infeksi minim seperti Kepualaun Canary.

Antusiasme dari pelaku usaha

Terlepas dari itu, mereka yang berada di sektor pariwisata masih mengharapkan lonjakan pengunjung pada musim panas. Jose Luis Prieto, presiden serikat agen perjalanan Spanyol (Unav) berharap, dampak positif dari kebijakan tersebut bisa dilihat mulai Senin.

Menurutnya, selama beberapa minggu terakhir, operator tur ke Inggris, Prancis, dan Jerman, tiga pasar utama Spanyol, telah menerima banyak pertanyaan. Seluruh negeri, dari Costa del Sol hingga Kepulauan Canary, hotel dan restoran dibuka kembali setelah berbulan-bulan tutup.

Gambaran umum pandemik COVID-19, berdasarkan data yang dihimpun Worldometer, menunjukkan bahwa Spanyol menempati urutan ke-11 sebagai negara dengan kasus COVID-19 terbanyak, yaitu 3,6 juta infeksi. Statistik sepanjang Juni memperlihatkan, penambahan kasus harian masih relatif tinggi, sekitar empat hingga lima ribu kasus sehari.

Ke sisi lain, ketergantungan Spanyol terhadap sektor pariwisata menyebabkan penurunan 10,8 persen produk domestik bruto (PDB) pada 2020. Pemerintah Spanyol mencanangkan kedatangan 45 juta wisatawan pada akhir tahun. Namun, hingga akhir April 2021, negara itu hanya melihat 1,8 juta pengunjung.