Museum Harta Karun Jawa Ronggowarsito

Museum Harta Karun Jawa Ronggowarsito

Museum Harta Karun Jawa Ronggowarsito

Museum Harta Karun Jawa Ronggowarsito, – Museum Ronggowarsito adalah bukti dari kekayaan Indonesia yang beragam. Temuan fosil di masa lalu merupakan bagian dari harta karun yang tidak boleh hilang.

Karena, semua itu bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua. Bahwa nenek moyang kita mengajarkan kita akan banyak hal yang bisa di contoh. Jadi, kapan anda akan mengunjungi objek wisata ini?

Dikutip dari Agen Judi Bola, Berikut beberapa tempat menarik yang bisa anda nikmati ketika berkunjung kesini.

1. Galeri Geologi

Setelah kita mengetahui dimana letak Lokasi wisata Museum Ronggowarsito dan harga tiket masuknya. Saatnya kita menjelajah ke seluruh ruangan. Ada apa saja koleksi yang mereka punya. Ruangan pertama akan kita mulai dari Galeri Geologi yang terletak di lantai satu.

Disini, anda akan disuguhkan dengan Gunungan Blambangan yang dirancang oleh Raden Patah pada abad ke 15. Gunungan ini sendiri menggambarkan alam semesta, manusia, serta lingkungan. Selanjutnya,

Koleksi kosmologika yang menggembarkan alam semesta dimana, hadirnya lukisan galaksi, proses terbentuknya planet, atmosfer bumi, serta beberapa koleksi-koleksi benda luar angkasa. Ada juga koleksi ekologika berupa awetan binatang-binatang, foto lingkungan alam jawa tengah serta diorama ekosistem.

2. Galeri Paleontologi

Selanjutnya adalah galeri paleontologi. Dimana, anda akan disuguhkan dengan beberapa fosil yang pernah ditemukan di wilayah jawa tengah dan jawa timur. Disini, kita akan melihat pembagian 3 kelompok.

Pertama adalah Paleobotani. Ada beberapa koleksi kayu yang berasal dari sangiran yang terbentuk karena proses mineralisasi yaitu proses meresapnya mineral atau silikat kedalam struktur pori-pori kayu. Serta beberapa ilustrasi tumbuhan-tumbuhan pada zaman purba.

Kedua adalah kelompok paleozoology. Dari namanya saja mungkin, kita sudah bisa mengira-ngira bahwa kelompok ini merupakan kelompok binatang. Ada fosil kerang, gajah purba, kerbau purba dan masih banyak lagi. serta ilustrasi kehidupan hewan-hewan purba tersebut,

Kelompok terakhir adalah kelompok paleontologi dimana anda akan disajikan dengan koleksi fosil tulang manusia purba berjenis pithecanthropus erectus. Atau manusia purba yang berjalan tegak.

3. Peninggalan Peradaban Hindu-Budha

Tidak bisa dipungkiri bahwa Hindu – Budha masuk ke Indonesia sudah sejak sekian lamanya. Tetapi, kebudayaan dan peninggalannya masih bisa kita nikmati sampai saat ini. Peradaban yang dibawa oleh Hindu dan Budha ini disebut dengan peradaban klasik. Dari sini kita bisa melihat beberapa koleksi yang dipamerkan.

Antara lain miniatur candi Borobudur, Candi Prambanan yang menjadi sejarah panjang bagaimana kebudayaan hindu dan Budha berkembang di negeri ini. Selain itu, hadir juga candi kalasan yang terlihat begitu menarik.

Selanjutnya, adalah prasasti yang merupakan bukti bahwa Indonesia adalah kerajaan-kerajaan yang makmur dan berjaya di masanya.

Salah satu replika yang bisa kita nikmati ada Tukmas dan Cangas. Lalu beberapa arca yang menjadi bahan pemujaan seperti lingga dan yoni, Archa ganesha yang ditemukan di sawit boyolali yang tampak menawan dari segi artistiknya.

Kemudian ada pula koleksi masyarakat tempo dulu yaitu kentongan kendi, genta, cermin, lampu gantung, Bokor, bejana, dan cetakan mata uang.

4. Peninggalan Dari Berbagai Zaman Peradaban

Memasuki lantai 2. Kita akan disuguhkan dengan berbagai macam koleksi dari berbagai peradaban. Mulai dari zaman batu, berupa peradaban batu berupa serpih, kapak genggam, punden berundak, menhir, serta beberapa arca yang ditemukan di temukan di wilayah jawa tengah.

Selain itu, hadir pula pada zaman perunggu, zaman peradaban polinesia. Zaman pengaruh islam dan kolonial belenada.

5. Ruang Pewayangan

Disini, anda akan disuguhkan dengan berbagai macam wayang dan cerita yang begitu menarik untuk disimak.

Seperti wayang beber, kidang kencana dengan ciri-cici tokohnya dicat kuning keemasan, yang menceritakan tentang kisah panji. Kaper yang dibuat dalam ukuran kecil untuk latihan anak-anak lingkungan keraton.

Kanda Ramayana yang menceritakan kisah Ramayana. Ada juga purwa bercerita mengenai Mahabharata. Ada juga yang berasal dari tiongkok yang disebut dengan potehi.

Selanjutnya, wayang yang diciptakan oleh Raden ngabehi tandakusuma pada zaman mangkunegaran IV, bernama madya merupakan kisah sambungan parwa ke panji.

Selanjutnya Suluh yang diciptakan oleh Raden Mas said yang mengangkat tentang revolusi perjuangan. Lalu hadir pula wayang kontemporer dan juga kayu. Dimana, bahan baku pembuatannya berasal dari kayu.

6. Galeri Lainnya

Tidak hanya itu saja, anda juga akan disuguhkan dengan beberapa galeri lainnya seperti tempat bersejarah perjuangan bersenjata, teknologi dan kerajinan tradisional, pembangunan, kesenian, Ruang seni pergelaran, Ruang seni pertunjukan dan seni musik serta berbagai macam koleksi emas untuk pertunjukan pewayangan.